Melalui Bimbingan Teknis SMK3, Para Pimpinan Industri Kapal
Didorong Membangun Budaya Keselamatan Berkelanjutan Guna Mencapai Zero Accident
Jakarta, 25 November 2025 — Institusi Perkapalan dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) terus memperkuat budaya keselamatan kerja di sektor galangan kapal nasional melalui kegiatan Technical Guidance bertema “Awareness Safety Leadership in the Shipbuilding Industry”. Kegiatan ini digelar di Kantor Pusat BKI, Jakarta dan diikuti oleh para pimpinan perusahaan galangan, manajer, serta personel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kegiatan ini bertujuan mendorong penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara konsisten dan berkelanjutan di industri galangan kapal, yang dikenal sebagai salah satu sektor dengan tingkat risiko kerja tertinggi. Penerapan SMK3 yang efektif dinilai tidak hanya penting untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing industri galangan kapal dalam negeri.

Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Budi Prakoso selaku Vice President Digital Operation TIC BKI, Ibu Anita Puji Utami selaku Ketua Umum DPP IPERINDO, Bapak Sudi Astono dari Kementerian Ketenagakerjaan, Bapak Mahardi Tunggul Wicaksono selaku Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, serta Bapak Bambang Harjo Soekartono selaku Ketua Dewan Penasihat DPP IPERINDO sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI.
Dalam sambutannya, Bambang Harjo Soekartono menegaskan bahwa SMK3 harus diterapkan secara konsisten dan tidak berhenti hanya pada pemenuhan sertifikasi. Menurutnya, industri galangan kapal memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi, sehingga penerapan K3 harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya edukasi K3 tidak hanya bagi perusahaan galangan, tetapi juga bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan reparasi dan pembangunan kapal, guna menjaga keselamatan pekerja sekaligus reputasi industri galangan nasional.

Pada Sesi Talkshow yang membahas menegani Penerapan Sistem Manajemen K3 di industri Galangan Kapal Nasional yang dimoderatori oleh Tjahjono Roesdianto, Anggota Dewan Penasihat IPERINDO.
Sejumlah narasumber kompeten turut menyampaikan pandangan, di antaranya Dr. Ir. Rudiyanto, Anggota Dewan K3 Nasional dan mantan Direktur Utama BKI, Anita Puji Utami selaku Ketua Umum IPERINDO, Dr. dr. Sudi Astono, M.S. dari Kementerian Ketenagakerjaan, serta Dr. Ir. Sugiarto, M.S. dari Kementerian ESDM.
Para narasumber sepakat bahwa keberhasilan penerapan SMK3 sangat bergantung pada kepemimpinan yang kuat dan kesadaran kolektif, baik dari pimpinan hingga pekerja. Keselamatan kerja dipandang bukan sebagai biaya, melainkan investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada produktivitas, kualitas kerja, dan keberlanjutan industri.

Pada Sesi Presentasi, dengan pemaparan khusus mengenai Awareness Safety Leadership oleh Dr. Sugiarto.
Dalam pemaparannya, Dr. Sugiarto menekankan bahwa kepemimpinan memiliki peran kunci dalam membentuk budaya keselamatan di lingkungan industri galangan kapal. Menurutnya, penerapan SMK3 tidak akan berjalan efektif tanpa adanya komitmen nyata dari manajemen puncak yang tercermin dalam kebijakan, pengambilan keputusan, serta keteladanan dalam perilaku kerja sehari-hari.
Dr. Sugiarto juga menggarisbawahi bahwa safety leadership bukan semata-mata berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi merupakan upaya membangun kesadaran kolektif agar setiap individu di dalam organisasi memahami risiko, bertanggung jawab terhadap keselamatan diri dan lingkungan kerja, serta aktif berkontribusi dalam pencegahan kecelakaan. Melalui pendekatan kepemimpinan yang kuat, konsisten, dan komunikatif, budaya keselamatan diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan di seluruh lini industri galangan kapal.
Selanjutnya, akan diselenggarakan Bimbingan Teknis Penerapan SMK3 pada Industri Galangan Kapal. bagi para manajer galangan dan personel K3, secara daring melalui zoom meeting pada 26–27 November 2025.
Kegiatan lanjutan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan implementasi SMK3 secara lebih merata dan berkesinambungan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam membangun industri galangan kapal nasional yang aman, produktif, dan berdaya saing.

Menutup kegiatan, Arief Budi Permana selaku Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI menegaskan bahwa kepemimpinan memiliki peran kunci dalam membentuk budaya keselamatan.
Ia menyampaikan komitmen BKI untuk terus mendukung peningkatan keselamatan kerja melalui pelatihan, bimbingan teknis, serta program peningkatan kesadaran K3 guna menekan risiko kecelakaan kerja di sektor galangan kapal.
Redaksi/Sumber Berita : Sekretariat DPP IPERINDO







