/
HUT KE-58 IPERINDO: PERKUAT SINERGI, DORONG REVITALISASI INDUSTRI PERKAPALAN NASIONAL

HUT KE-58 IPERINDO: PERKUAT SINERGI, DORONG REVITALISASI INDUSTRI PERKAPALAN NASIONAL

Foto bersama jajaran dan anggota IPERINDO serta para undangan dalam rangkaian tasyakuran HUT ke-58 IPERINDO dan buka puasa bersama di Surabaya, Rabu (11/3/2026).

DUKUNGAN KEBIJAKAN, PENGEMBANGAN SDM, DAN KONEKTIVITAS MARITIM MENJADI FOKUS BERSAMA

Surabaya, 11 Maret 2026 — Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) memperingati hari ulang tahun ke-58 melalui tasyakuran dan buka puasa bersama di Mercure Surabaya Grand Mirama. Momentum ini menjadi ajang mempererat kebersamaan anggota sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk mendorong revitalisasi galangan kapal, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya saing perkapalan nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. Pertemuan pemerintah dan pelaku industri ini menempatkan dukungan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan penguatan konektivitas transportasi laut sebagai bagian penting dari pengembangan sektor maritim.

Dalam suasana Ramadan 1447 H, rangkaian kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim. Peringatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus kesempatan untuk memperkuat sinergi antara anggota IPERINDO, industri penunjang, dan pemangku kepentingan.

Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami menyampaikan sambutan pada tasyakuran HUT ke-58 IPERINDO dan buka puasa bersama Ramadan 1447 H di Surabaya, Rabu (11/3/2026).

Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami menyampaikan bahwa revitalisasi industri galangan kapal nasional terus menjadi agenda utama organisasi. Upaya tersebut dijalankan melalui advokasi kebijakan, penyusunan rekomendasi kepada pemerintah, serta peningkatan kualitas SDM agar industri dalam negeri semakin mampu memenuhi kebutuhan sektor maritim.

“Kami terus berupaya mendorong revitalisasi industri galangan kapal, baik dari sisi kebijakan maupun pengembangan SDM,” kata Anita.

Anita berharap pemerintah dapat menghadirkan dukungan yang lebih maksimal melalui kebijakan fiskal dan kemudahan regulasi. Usulan yang diperjuangkan IPERINDO antara lain pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pemberian insentif, serta kemudahan perizinan untuk mendukung investasi dan pengembangan industri kapal di Indonesia.

“Kami berharap tahun ini ada kebijakan yang lebih maksimal, baik berupa insentif fiskal seperti pembebasan PPN maupun kemudahan perizinan untuk pengembangan industri kapal di Indonesia,” ujarnya.

IPERINDO telah melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat untuk menyampaikan kebutuhan industri dan mendorong penguatan galangan kapal nasional. Dukungan tersebut diharapkan dapat menciptakan kondisi usaha yang lebih kondusif serta memperkuat kemampuan industri dalam negeri untuk tumbuh secara mandiri.

Di samping advokasi kebijakan, Anita menekankan pentingnya kekompakan antaranggota dan perluasan kolaborasi dengan industri penunjang. Penguatan business matching menjadi salah satu upaya untuk membuka peluang kerja sama serta membangun hubungan usaha yang saling mendukung dalam ekosistem perkapalan nasional.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan sambutan mengenai sinergi pemerintah dan industri dalam mendukung pelayaran dan perkapalan pada HUT ke-58 IPERINDO, Rabu (11/3/2026).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk bersinergi dengan pelaku industri dalam meningkatkan daya saing pelayaran dan perkapalan. Menurutnya, jejaring pelabuhan dan layanan pelayaran yang efisien memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan barang maupun penumpang.

Baca Juga:  CONFERENCE - APM Expo 2026 SINGAPORE

“Melalui pelabuhan-pelabuhan yang efisien, dan tentunya rute-rute pelayaran yang juga efektif dan efisien dalam melayani pergerakan barang maupun penumpang,” ujar Emil.

Optimalisasi konektivitas tersebut mencakup hubungan antarwilayah serta layanan antarpulau di dalam Jawa Timur. Emil mencontohkan konektivitas dari Gresik menuju Bawean serta layanan ke wilayah Kepulauan Kangean sebagai bagian dari jejaring transportasi laut yang mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

Emil menilai industri pelayaran dan industri perkapalan merupakan dua sektor yang saling berkaitan. Pengembangan layanan pelayaran perlu berjalan seiring dengan penguatan industri perkapalan agar konektivitas logistik dan mobilitas penumpang dapat berlangsung semakin efektif dan efisien.

Pada usia ke-58, IPERINDO dinilai memiliki pengalaman dan kematangan organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Melalui komunikasi dengan pelaku industri, pemerintah dapat memperoleh masukan mengenai kebutuhan dan tantangan usaha sebagai bahan dalam merumuskan kebijakan pengembangan sektor maritim.

Sejalan dengan hal tersebut, Anita menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai penghubung kawasan Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Kemudahan investasi serta kebijakan yang mendukung pengembangan industri kapal di wilayah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusinya terhadap industri perkapalan nasional.

Jajaran IPERINDO, perwakilan pemerintah, dan para undangan menghadiri tasyakuran HUT ke-58 IPERINDO di Mercure Surabaya Grand Mirama, Rabu (11/3/2026).

Berdiri sejak 1968, IPERINDO menjadi wadah bagi perusahaan galangan kapal, industri penunjang, lembaga klasifikasi, dan perusahaan jasa konsultan maritim. Bidang kegiatan anggotanya mencakup pembangunan kapal baru, perbaikan dan perawatan kapal, konversi kapal, rekayasa teknik, serta berbagai kegiatan industri penunjang perkapalan.

Peringatan HUT ke-58 menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarpelaku industri yang memiliki peran saling melengkapi. Kebersamaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi bisnis sekaligus mendukung upaya organisasi dalam menyuarakan kebutuhan industri kepada pemerintah.

Rangkaian tasyakuran, santunan kepada anak yatim, dan buka puasa bersama turut menghadirkan suasana kebersamaan di bulan Ramadan. Kehadiran Bambang Haryo Soekartono bersama para pemangku kepentingan juga memberikan dukungan terhadap penguatan industri maritim nasional.

Melalui momentum ini, IPERINDO menegaskan harapannya agar sinergi pemerintah, anggota, dan industri penunjang terus berkembang. Dukungan kebijakan, peningkatan kompetensi SDM, serta kolaborasi usaha diharapkan dapat memperkuat kemandirian dan daya saing industri perkapalan Indonesia.

 

(Sumber : Sekretariat DPP IPERINDO)

Komentar

{{ reviewsTotal }}{{ options.labels.singularReviewCountLabel }}
{{ reviewsTotal }}{{ options.labels.pluralReviewCountLabel }}
{{ options.labels.newReviewButton }}
{{ userData.canReview.message }}
☆
★