IPERINDO BERHARAP PERKUAT KERJA SAMA KOREA SELATAN
DAN ASEAN DALAM BIDANG INDUSTRI PERKAPALAN
Sektor maritim Asia Tenggara mendapat dorongan signifikan melalui penyelenggaraan The 2025 Korea–ASEAN Maritime Week yang berlangsung di Bali pada 30–31 Juli 2025. Event ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kerja sama antara Korea Selatan dan negara-negara ASEAN, dengan fokus pada inovasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan pembangunan industri perkapalan berkelanjutan.
Penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan sejumlah institusi ternama seperti KIORCC (Korea Indonesia Research Cooperation Center), KOTRA, GMEA, KMOU RISE, Koshipa, serta mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Sekitar 30 perusahaan Korea dan 30 buyer dari ASEAN hadir dalam ajang ini untuk menjajaki peluang bisnis dan kolaborasi teknologi.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kementerian Perindustrian RI yang menekankan pentingnya modernisasi sektor maritim melalui pengembangan green shipbuilding. Berbagai inisiatif Official Development Assistance (ODA) Korea turut dipaparkan sebagai bagian dari roadmap lima tahun pembangunan industri perkapalan Indonesia.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti serangkaian program yang meliputi seminar teknologi maritim, pertemuan bisnis 1:1, konsultasi proyek, serta diskusi roundtable. Beberapa proposal kerja sama berbasis ODA yang ditawarkan antara lain retrofit pilot vessels, penerapan sistem hybrid elektrik dan biofuel, serta pengembangan pusat pelatihan maritim bersama.
KIORCC bersama BRES Center, GMEA, dan IPERINDO menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis untuk memperluas kolaborasi teknis dan pendidikan. Sementara itu, Changwon National University menyoroti penguatan kompetensi di bidang arsitektur kapal, digitalisasi, serta pembangunan laboratorium pelatihan terpadu.

Ibu Anita Puji Utami, Ketua Umum IPERINDO memberikan sambutan pada penyelenggaraan The 2025 Korea–ASEAN Maritime Week di Bali pada 30–31 Juli 2025
Pada sesi networking malam, KOTRA dan IPERINDO menekankan dukungan terhadap transformasi industri perkapalan lokal melalui joint R&D, pembiayaan ekspor, serta pelatihan sumber daya manusia. Fokus khusus diberikan pada pengembangan green shipyard untuk kapal-kapal tua di Indonesia yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.600 unit.
Dalam forum tersebut, Ketua Umum IPERINDO, Anita Puji Utami, memperkenalkan organisasi IPERINDO yang saat ini beranggotakan 260 perusahaan, terdiri dari 138 perusahaan galangan kapal, 112 industri penunjang, 3 (tiga) perusahaan klasifikasi, serta 7 (tujuh) perusahaan konsultan.
Ia berharap pertemuan ini mampu menghasilkan kerangka kerja sama peningkatan kapasitas, melalui fasilitasi pelatihan, pendidikan, dan alih teknologi bagi para insinyur dan tenaga ahli Indonesia. Kerja sama teknologi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan desain dan modifikasi kapal, khususnya dalam penerapan sistem propulsi ramah lingkungan dan hemat bahan bakar.
Selain itu, dibahas pula modernisasi infrastruktur galangan guna mendukung peningkatan peralatan dan kapasitas produksi kapal di Indonesia, termasuk pengembangan proyek percontohan uji coba perbaikan kapal. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam memenuhi standar internasional International Maritime Organization (IMO).

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada konsultasi ekspor antara perusahaan Korea dan buyer ASEAN di sektor offshore plant service. Diskusi mencakup impor komponen, kerja sama teknis, konstruksi bersama, serta registrasi vendor, dengan tindak lanjut yang dilakukan melalui sesi daring sepanjang Agustus hingga September.
Event ini dinilai menjadi platform penting dalam memperkuat hubungan maritim Korea–ASEAN, sekaligus mendukung transformasi industri perkapalan di Indonesia menuju penerapan teknologi hijau dan digital. Para peserta juga memperoleh peluang untuk memperluas jaringan bisnis dan mempercepat komersialisasi inovasi maritim di kawasan.
Dengan keberhasilan pelaksanaan event ini, para penyelenggara menegaskan komitmen berkelanjutan untuk terus menjembatani kolaborasi lintas negara, mendorong inovasi, serta memperkuat ekosistem industri maritim yang berkelanjutan di Asia Tenggara.

Redaksi/Sumber Berita : Arsip Sekretariat DPP IPERINDO






