KETUA IPERINDO TEGASKAN KEMAMPUAN INDUSTRI KAPAL INDONESIA
| Selain itu, rangkaian diskusi yang digelar sepanjang konvensi menghadirkan beragam tema Strategis. Pada Sesi Paralel Bidang Maritim dengan tema Revitalisasi Industri Maritim Indonesia, menghadir-kan para Narasumber, yaitu Ketua Umum Iperindo Ir. Anita Puji Utami, S.T, M.A.P, IPM, Prof. Dr. Syarif Wijaya (ITS), Sungkono, ST (Kemenperin), dan Dr. Adi Novitarini (ITS).
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Anita Puji Utami membawakan topik “Kawasan Ekonomi Khusus”, memaparkan kondisi aktual industrI perkapalan di Indonesia saat ini. Dia menjelaskan jika industri galangan kapal nasional saat ini mampu membangun 1.200 unit kapal pertahun, serta memiliki kapasitas untuk reparasi kapal sebanyak 36.000 unit pertahun Anita juga menjelaskan perkembangan industri penunjang, biro klasifikasi, dan jasa konsultan yang positif dalam menuju kemandirian. Dia menegaskan pentingnya dukungan Pemerintah agar industri maritim terus tumbuh dan berdaya saing. Saat ini, industri galangan kapal makin berkembang dan mandiri, tetapi masih butuh dukungan kebijakan dari pemerintah, baik kebijakan fiskal maupun moneter, agar industri kapal dapat berakselerasi memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan ekspor. Setelah pemaparan para narasumber, dilanjutkan dengan Panel Diskusi yang menampilkan Dr. Eng. M. Arif Budiyanto, S.T, M.T, IPM, Dr. Eng. Fredhi Agung Prasetyo, S.T, M.Eng dan Ir. Diana Rosa, S.T, IPU, CWM, CREL. ![]() Pada sore harinya, diskusi yang juga dimoderatori Suliskania Nurfitri, membahas arah kebijakan riset kelautan.dilanjutkan dengan tema “Teknologi Maritim Maju: Intervensi Teknologi pada Operasi di Permukaan dan Bawah Air”. Sesi ini menghadirkan I Made Andi Arsana (UGM), Yuda Apri Hermawan (PT ITS Tekno Sains), dan Prof. Dr. Ketut Buda Artana (ITS), dengan moderator Suliskania Nurfitri. Masih di bidang maritim, panel diskusi berikutnya mengundang Prof. Dr. Indra Jaya (IPB), Prof. Dr. Irwan Meilano (ITB), dan Prof. Dr. Ketut Buda Artana (ITS), Masih di hari yang sama, tema “Tol Laut dan Sistem Logistik Nasional: Intervensi Teknologi” mengemuka dengan menghadirkan Dr. Ing. Setyo Nugroho (ITS) dan Yulianti S., ST, M.A (Kemenhub), dimoderatori Iyan Eka Mulia. Sesi ini mengupas strategi memperkuat konektivitas antarwilayah melalui teknologi transportasi laut. Sementara itu, tema “Teknologi Material Kelautan: Revitalisasi Industri Garam dan Derivasinya” menjadi salah satu pembahasan menarik. Diskusi ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Tri Wijaya (ITS), Syaifuddin (PT Garam), serta Siti Nurkhamidah (ITS), dengan moderator Madam Taqiyya.
|
Diskusi berlanjut pada Sabtu (9/8) dengan tema “Teknologi Perikanan: Intervensi Teknologi pada Keramba Jaring Apung Cerdas dan Tekno-logi Penangkapan Ikan Berkelanjutan”. Sesi ini menghadirkan Prof. Dr. Yonvitner (IPB), Falih Aziz (PT Panasonic Gobel), dan Dr. Tb. Haeru Rahayu (Dirjen Perikanan Budidaya), dengan moderator Iwan Pramesti Anwar.
Tema “Infrastruktur Maritim: Pelabuhan dan Bangunan Lepas Pantai” juga menjadi perhatian. Diskusi ini menghadirkan Prof. Ir. Ricky Lukman Tawekal (ITB), Budi S. Prasetyo (PT SF Marina Indonesia), dan Ir. Ahmad Muchlis Firdaus (ITB), dengan moderator Wiwin Windupranata. Sesi ini menyoroti kebutuhan infra-struktur modern yang mendukung efisiensi logistik nasional.
Diskusi kemudian dilanjutkan dalam bentuk panel yang menghadirkan Fadlilatul Taufany (ITS), Siti Nurkhamidah (ITS), Syaifuddin (PT Garam), dan Ageng Bimapratama (PT Bintang 9 Niaga), dan moderator oleh Madam Taqiyya.
Dengan rangkaian agenda yang Komprehensif, KSTI 2025 menjadi forum strategis yang mempertemukan riset, inovasi, dan kebutuhan industri. Kehadiran Iperindo dalam berbagai sesi memperlihatkan peran vital sektor maritim dalam Pem-bangunan nasional berbasis sains dan teknologi. KSTI 2025 pun diharapkan mampu melahirkan kolaborasi kongkrit lintas sektor, sehingga sains dan teknologi benar-benar menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.

(Sumber : Indonesia Shipbuilding Magazine)








