FOKUS BAHAS DASAR-DASAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SERTA CHECKLIST AUDIT SMK3 PP NO. 50 TAHUN 2012
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di sektor galangan kapal nasional, Institusi Perkapalan dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara daring pada 26–27 November 2025.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Awareness Safety Leadership in the Shipbuilding Industry yang sebelumnya digelar secara luring, dan diikuti oleh para manajer galangan serta personel K3 dari berbagai perusahaan galangan kapal di Indonesia. Bimtek ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman praktis terkait penerapan SMK3 secara konsisten dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012.

Pada hari pertama, materi difokuskan pada Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang disampaikan oleh Didiet Edithia Firman. Sesi ini membahas prinsip fundamental K3, identifikasi bahaya dan risiko kerja di lingkungan galangan kapal, serta pentingnya membangun budaya keselamatan sebagai bagian dari aktivitas operasional sehari-hari. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi perusahaan dalam menumbuhkan kesadaran K3 yang berkelanjutan, tidak hanya untuk pekerja, tetapi juga bagi manajemen dan pimpinan perusahaan.

| Sementara itu, hari kedua dilanjutkan dengan pembahasan Checklist Audit SMK3 PP No. 50 Tahun 2012 yang dipaparkan oleh Wahyu Rahma Putri. Materi ini memberikan panduan teknis mengenai tahapan audit SMK3, pemenuhan elemen dan kriteria penilaian, serta kesiapan perusahaan dalam menghadapi audit internal maupun eksternal. Peserta juga diajak memahami pentingnya audit sebagai instrumen evaluasi untuk memastikan efektivitas penerapan SMK3 di lingkungan kerja galangan kapal. |
| Melalui pelaksanaan Bimtek daring ini, BKI dan IPERINDO berharap implementasi SMK3 di industri galangan kapal dapat berjalan lebih merata, terukur, dan berkesinambungan. Selain meningkatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, penerapan SMK3 yang konsisten juga diyakini mampu mendorong peningkatan produktivitas, kualitas kerja, serta daya saing industri galangan kapal nasional di tengah persaingan global.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi lintas institusi dalam membangun industri maritim Indonesia yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan kerja sebagai bagian integral dari keberlanjutan industri. |
| (Sumber : Sekretariat DPP IPERINDO) |







