KERJA SAMA INDUSTRI PERKAPALAN INDONESIA – RUSSIA
— Yekaterinburg, 7 Juli 2026 — IPERINDO menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan AK Bars dalam rangkaian INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum DPP IPERINDO Ibu Anita Puji Utami dan disaksikan oleh Menteri Perindustrian Indonesia serta Menteri Perindustrian Rusia.
Kesepahaman ini menjadi langkah untuk memperluas peluang kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia. Penandatanganan tersebut melanjutkan komunikasi yang telah dibangun saat delegasi AK Bars berkunjung ke Jakarta pada 17 April 2026 dan bertemu dengan IPERINDO serta sejumlah perusahaan anggotanya.
MoU IPERINDO–AK Bars diarahkan untuk mendukung peningkatan kerja sama perdagangan dan industri antara Indonesia dan Rusia, sekaligus mendorong pengembangan hubungan bisnis antara kedua belah pihak. Ruang lingkup kerja sama mencakup pertukaran informasi teknis dan komersial, pengembangan produk, layanan, atau solusi, serta identifikasi potensi peluang komersial pada industri galangan kapal, industri manufaktur, dan penempatan tenaga kerja terampil.

Dalam pelaksanaannya, kerja sama dapat dilakukan melalui pertukaran informasi, diskusi, kunjungan pabrik, serta negosiasi antara IPERINDO dan AK Bars. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi kedua pihak untuk memahami kebutuhan, kemampuan, dan peluang yang dapat dikembangkan dalam kerangka kerja sama Indonesia–Rusia.
Penandatanganan MoU menjadi landasan untuk menjajaki bentuk kolaborasi yang lebih konkret. Melalui komunikasi lanjutan antara IPERINDO, perusahaan anggota, dan AK Bars, peluang kerja sama diharapkan dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing pihak, baik dalam pengembangan industri galangan kapal, industri manufaktur, pengembangan produk, layanan, atau solusi, maupun penempatan tenaga kerja terampil.
Kesepahaman ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan perdagangan, industri, dan bisnis antara Indonesia dan Rusia melalui proses penjajakan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari pertukaran informasi dan diskusi, kunjungan pabrik, hingga negosiasi terhadap peluang kerja sama yang dinilai potensial dan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
(Sumber: Sekretariat DPP IPERINDO)






